Minggu, 12 Februari 2017

LAPORAN PRAKTIKUM FARMASETIKA DASAR Materi Pertemuan I Serbuk I


LAPORAN PRAKTIKUM FARMASETIKA DASAR

Materi Pertemuan I


Serbuk I



                            Nama    : Akhmad Andy Sandra

                            NIM      : 723901S.12.054

                            Dosen    : Husnul Warnida, S. Si., M. Si., Apt



LABORATORIUM FARMASETIKA DASAR

AKADEMI FARMASI SAMARINDA

2013


Bab I Pendahuluan

A.      Maksud Praktikum

Mahasiswa dapat meracik sediaan serbuk (pulvis, pulveres) yang memenuhi persyaratan Farmakope.

B.      Tujuan Praktikum

1.      Mahasiswa dapat membaca dan memahami resep

2.      Mahasiswa dapat menghitung dosis obat dalam resep

3.      Mahasiswa dapat menggunakan alat-alat laboratorium dengan benar

4.      Mahasiswa dapat menimbang bahan obat dengan benar

5.      Mahasiswa dapat meracik sediaan serbuk

6.      Mahasiswa dapat mengevaluasi sediaan serbuk

7.      Mahasiswa dapat membuat salinan resep dan memberikan informasi obat dalam resep

Bab II Dasar Teori

Serbuk adalah campuran homogen dua atau lebih obat yang diserbukkan. (FI III, 23)

Serbuk adalah campuran bahan kering, bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan dan dimaksudkan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. (FI IV, 14)

Kelebihan dan kelemahan serbuk. (FI III, 24)

A.      Kelebihan

1.      Serbuk lebih leluasa dalam memilih dosis yang sesuai dengan keadaan si penderita

2.      Cocok untuk anak-anak dan orang dewasa yang sulit untuk menelan tablet atau kapsul

3.      Lebih stabil dan mudah diserap oleh tubuh

4.      Obat yang volumenya besar untuk tablet atau kapsul dapat dibuat dalam serbuk

B.      Kelemahan

1.      Tidak menutupi rasa yang tidak enak

2.      Pada penyimpanan yang tidak sesuai menjadi lembab

3.      Membutuhkan waktu yang lama dalam penyiapan di apotek

Serbuk dibedakan menjadi dua bagian, yaitu :

1.      Serbuk bagi (pulveres) adalah serbuk yang dibagi dalam bobot lebih kurang sama, dikemas menggunakan pengemas yang cocok untuk sekali minum. (FI III, 23)

2.      Serbuk tabur (pulvis adspersorius) adalah serbuk yang bebas dari butiran kasar dan dimaksudkan untuk obat luar. (FI III, 24)

Keseragaman bobot :

Pada pengemasan serbuk bagi, jika jumlahnya genap dan lebih dari 10, serbuk dibagi dahulu menjadi 2 bagian sama banyak lalu masing-masing dibagi menjadi jumlah yang diinginkan. Penyimpanan berat masing-masing serbuk terhadap yang lain paling besar 10%. Serbuk bagi dikemas dalam kertas perkamen. Bagi serbuk yang mengandung zat yang higroskopis, serbuk dibungkus dengan kertas berlilin dan diserahkan dalam pot dengan tutup sekrup. Serbuk tabur dikemas di pot. (FI III, 24)

Derajat halus serbuk

Derajat halus serbuk dinyatakan dengan satu nomor atau dua nomor. Jika derajat halus serbuk dinyatakan dengan satu nomor berarti semua serbuk dapat melewati pengayak dengan nomor tersebut. Jika dinyatakan dengan dua nomor, dimaksudkan bahwa semua serbuk dapat melewati pengayak dengan nomor terendah dan tidak lebih dari 40% melalui pengayak dengan nomor tertinggi. (IMO, 32)

Prinsip pengerjaan obat (FI III, 23)

1.      Serbuk diracik satu demi satu, dan dicampur secara sedikit demi sedikit, dimulai dari bahan obat yang jumlahnya sedikit, kemudian diayak, biasanya menggunakan pengayak nomor 60 dan dicampur lagi, jika serbuk mengandung lemak. Diayak dengan pengayak nomor 44

2.      Obat yang jumlahnya kurang dari 50 mg atau tidak bisa ditimbang, harus dilakukan pengenceran menggunakan zat tambahan yang cocok

3.      Obat serbuk kasar, terutama simplisia nabati, digerus terlebih dahulu sampai derajat halus sesuai dengan tertera pada pengayak dan derajat halus serbuk, setelah itu dikeringkan dengan suhu tidak lebih dari 50

4.      Obat yang berkhasiat keras dan jumlahnya sedikit digerus bersamaan dengan bahan pembawa atau bahan tambahan

5.      Obat berupa cairan, misalnya tinctur dan ekstra cair, diuapkan pelarutnya hingga hamper kering dan diserbukkan dengan pertolongan zat tambahan yang cocok

6.      Obat bermassa lembek, misalnya ekstra kental, dilarutkan dalam pelarut yang sesuai secukupnya dan diserbukkan dengan zat tambahan yang cocok

7.      Obat yang berwarna berlainan digerus bersamaan agar diketahui homogenitas serbuk

8.      Obat dan volumenya kecil digerus terlebih dahulu

Bahan tambahan harus memenuhi

1.      Tidak membahayakan dalam jumlah yang digunakan

2.      Tidak melebihi jumlah maksimum yang diperlukan untuk memberi efek yang diharapkan

3.      Tidak mengurangi ketersediaan hayati, efek terapi atau keamanan dari sediaan resmi

4.      Tidak menggangu dalam pengujian dan penetapan kadar

Bab III Pelaksanaan Praktikum

A.    Resep Asli I

1.      Resep Asli

Dr. Cornelia Sulla
Jl. A. W. Sjahranie 226 Samarinda
SIP : 325/DKK-DU/III/2012
                          Samarinda, 17 September 2012

R/ Pulv. Acidov I            no. X
     S. t.d.d. Pulv I p.c.

Pro       : Takbir
Umur   : 8 tahun











                 

                 

                  Resep Standar

      R/ Pulv. Acidov I               (For. Ind., 129)

      Asam Asetilsalisilat           : 0,3 gram

      Serbuk Candu Majemuk     : 0,2 gram

2.      Kelengkapan Resep

Tanda tangan dokter  tidak tertera

Nomor telepon dokter tidak tertera

Alamat pasien tidak tertera

3.      Penggolongan Obat

O   : Serbuk Candu Majemuk (FI III, 463)

G   :

W  :

B   : Asam Asetilsalisilat (ISO 2011, 48)

4.      Komposisi Bahan

Asam Asetilsalisilat

Serbuk Candu Majemuk

B.     Uraian Bahan

1.      Asam Asetilsalisilat

a.       Sinonim          : Acidum Acetylsalicylicum, Asetosal (FI III, 43)

b.      Khasiat           : Analgetikum, antipiretikum

c.       Farmakologi   : Asetosal menghambat pembentukan fosfolifida menjadi

                          asam arachidonat, jika asam arachidonat terbentuk akan

                          menghasilkan endoperoksida kemudian menghasilkan

                          prostaglandin yang menyebabkan demam dan nyeri

                          (OOP, 316)

d.      Pemerian        : Hablur tidak berwarna atau serbuk hablur putih ; tidak

                          berbau atau hampir tidak berbau ; rasa asam

e.       Kelarutan        : Agak sukar larut dalam air, mudah larut dalam etanol

                          (95%) P ; larut dalam kloroform P dan dalam eter P

f.        Dosis              : DL sekali : 30 mg – 40 mg/tahun

                                 sehari : 90 mg – 160 mg/tahun

                          DM   sekali : 1 gram

                                   sehari : 8 gram

2.      Serbuk Candu Majemuk

a.       Sinonim               : Opii Pulvis Compositus, serbuk dover ( FI III, 462)

b.      Khasiat                : Antitusivum

c.       Farmakologi        : Obat-obat ini menekan rangsangan batuk dipusat

                              batuk yang terletak di sum-sum lanjutan dan mungkin

                              juga berkerja terhadap pusat syaraf di otak dengan

                              efek menenangkan

d.      Pemerian             : Serbuk ; kelabu coklat

e.       Dosis                   : DL sekali : 100 mg – 150 mg

                                      sehari : 200 mg – 450 mg

f.        Inkompatibilitas : Campuran alkaloid, morfin dan kodein yang dibagi

                              dalam 2 bagian yang penting dan dapat bercampur

                              dengan alkaloid (Scoville’s, 511)

C.     Perhitungan Dosis

1.      Asam Asetilsalisilat

DL anak sekali       : 30 mg – 40 mg/tahun

               sehari       : 90 mg – 160 mg/tahun

DM sekali              : 1000 mg

        sehari              : 8000 mg

DL anak sekali       : 30 mg – 40 mg x 8 tahun = 240 mg – 320 mg

               sehari       : 90 mg – 160 mg x 8 tahun = 720 mg – 1280 mg

DM anak   sekali     :  x DM dewasa

                                :  x 1000 mg = 400 mg

                  sehari     :  x 8000 mg = 3200 mg

Dosis dalam resep : sekali : 1 x 0,3 g = 300 mg

                                  sehari : 3 x 0,3 g = 900 mg

Kesimpulan            : Dosis terapi

2.      Serbuk Candu Majemuk

DL anak sekali       : 100 mg – 150 mg

               sehari       : 200 mg – 450 mg

DM sekali              : 1500 mg

        sehari              : 5000 mg

DM anak   sekali     :  x DM dewasa

                                :  x 1500 mg = 600 mg

                  sehari     :  x 5000 mg = 2000 mg

Dosis dalam resep : sekali : 1 x 0,2 g = 200 mg

                                  sehari : 3 x 0,2 g = 600 mg

Kesimpulan            : Dosis terapi

D.    Penimbangan

1.      Asam Asetilsalisilat         : 10 x 300 mg = 3000 mg

2.      Serbuk Candu Majemuk : 10 x 200 mg = 2000 mg 

E.     Cara Kerja

1.      Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan

2.      Ditimbang bahan sesuai penimbangan

3.      Asam asetilsalisilat digerus hingga halus, lalu sisihkan

4.      Kemudian tambahkan serbuk dover sedikit demi sedikit, gerus hingga homogen

5.      Bagi campuran no. 4 menjadi 2 bagian, timbang sama rata

6.      Masing-masing bagian dibagi menjadi 5 bungkus

7.      Kemas semua puyer, masukkan dalam plastik klip, lalu beri etiket putih

F.      Penandaan

Etiket Putih

Laboratorium Farmasetika Dasar
Akademi Farmasi Samarinda
Apt : Akhmad Andy Sandra
No. 1                              17 September 2012
Takbir
3 x sehari 1 bungkus
Sesudah makan

TIDAK BOLEH DIULANG TANPA RESEP DOKTER


G.    Edukasi

1.  Obat ini berfungsi sebagai obat demam, obat batuk berdahak

2.  Obat ini diminum 3 x sehari 1 bungkus sesudah makan

3.  Efek sampingnya dapat menyebabkan mikora lambung / hipersensitasi

4.  Bila sakit berlanjut, hubungi dokter

A.    Resep Asli II

1.      Resep Asli

Dr. Cornelia Sulla
Jl. A. W. Sjahranie 226 Samarinda
SIP : 325/DKK-DU/III/2012
Samarinda, 17 September 2012
R/ Camphora                                0,05
     Zinci Oxydum
     Amylum                           aa    1
     Acid. Salyc.                             0,1
     Talc. Venet.                      ad   10
     M. f. l. a. pulv. adsp. da. S.u.e
Pro : Tn. Yunus

Kelengkapan Resep

Tanda tangan dokter tidak tertera

Nomor telepon dokter tidak tertera

Alamat pasien tidak tertera

Umur pasien tidak tertera

2.      Penggolongan Obat

O :

G :

W :

B : Camphora, Zinci Oxydum, Amylum, Acid. Salyc., Talc. Venet

3.      Komposisi Bahan

Camphora             : 0,05 gram

Zinci Oxydum      : 1 gram

Amylum               : 1 gram

Acid. Salyc.          : 0,1 gram

Talc. Venet.          : 7,85 gram

B.     Uraian Bahan

1.      Camphora

a.       Sinonim          : Kamper (FI III, 130)

b.      Khasiat           : Antiiritan

c.       Pemerian        : Hablur butir atau massa hablur ; tidak berwarna atau

                          putih ; bau khas, tajam ; rasa pedas dan aromatik

d.      Kelarutan        : Larut dalam 700 bagian air, dalam 1 bagian etanol (95%)

                          P ; dalam 0,25 bagian kloroform ; sanagt mudah larut

                          dalam eter P ; mudah larut dalam minyak lemak

2.      Zinci Oxydum

a.       Sinonim          : Sengoksida (FI III, 636)

b.      Khasiat           : Antiseptikum local

c.       Pemerian        : Serbuk amorf, sangat halus ; putih atau putih kekuningan

                          ; tidak berbau ; tidak berasa. Lambat laun menyerap

                          karbondioksida dari udara

d.      Kelarutan        : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P ;

                          larut dalam asam mineral encer dan dalam larutan alkali

                          hidroksida

3.      Acidum Salicylicum

a.       Sinonim          : Asam Salisilat  (FI III, 56)

b.      Khasiat           : Keratolitikum, antifungi

c.       Farmakologi   : Berkhasiat bakterlostatika, lemah, dan berdaya

                          keratulitis, yang dapat melarutkan lapisan tanduk kulit

                          pada konsentrasi 5-10% (OOP VI, 105)

d.      Pemerian        : Hablur ringan tidak berwarna atau serbuk berwarna putih

                          ; hampir tidak berbau ; rasa agak manis dan tajam

e.       Kelarutan        : Larut dalam 550 bagian air dan dalam 4 bagian etanol

                          (95%) P ; mudah larut  dalam kloroform P dan dalam

                          eter P ; larut dalam larutan ammonium asetat P,

                          dinatrium hidrogenfosfat P, kalium sitrat P dan natrium

                          sitrat P

C.     Penimbangan Bahan

1.      Camphora             : 0,05 gram

2.      Zinci Oxydum      : 1 gram

3.      Amylum               : 1 gram

4.      Acid. Salyc.          : 0,1 gram

5.      Talc. Venet.          : 10 g – (0,05 g + 1 g + 1 g + 0,1 g)

                             : 10 g – 2,15 g = 7,85 gram

D.    Cara Kerja

1.      Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan

2.      Ditimbang bahan sesuai penimbangan

3.      Acid. Salyc. Ditetesi spiritus fortiori sebanyak 10 tetes. Sebelum spiritus fortior menguap, tambahkan sebagian talc. venet., gerus hingga homogeny, kemudian keluarkan dari mortar

4.      Gerus camphora, tetesi spiritus fortiori sebanyak 1 tetes, gerus lagi. Lalu tambahkan amylum, gerus hingga homogeny, lalu keluarkan

5.      Ambil zinci oxydum yang telah diayak. Timbang sesuai yang dibutuhkan. Masukkan kedalam mortar, lalu gerus hingga homogeny

6.      Tambahkan campuran no. 4 ke no. 5, lalu gerus hingga homogeny

7.      Tambahkan campuran no. 3 ke campuran no. 6, lalu gerus hingga homogeny

8.      Masukkan sisa talc. venet., gerus, lalu ayak, dan masukkan kedalam pot, beri etiket biru

E.     Penandaan

Etiket Biru

Laboratorium Farmasetika Dasar
Akademi Farmasi Samarinda
Apt : Akhmad Andy Sandra
No. 2                   17 September 2012
Tn. Yunus
Untuk pemakaian luar
OBAT LUAR

F.      Edukasi

1.      Obat ini untuk ditaburkan kebagian tubuh yang terasa gatal atau alergi

2.      Jangan terkena mata atau luka terbuka

3.      Jangan ditelan (hanya untuk bagian luar tubuh)

4.      Simpan ditempat sejuk

A.    Resep Asli III

1.      Resep Asli

Dr. Cornelia Sulla
Jl. A. W. Sjahranie 226 Samarinda
SIP : 325/DKK-DU/III/2012
Samarinda, 17 September 2012
R/ Ammon. Bromid.           0,2
     Elaeosacch. Anisi           0,4
     Carmine
     M. f. l. a. pulv. d.t.d no. X
     S. o. m. et V pulv. I a. c.
Pro     : Rabiah
Umur : 7 tahun

                  Resep Standar

R/ Elaeosacch Anisi     (IMO 1997, 41)

Saccharum lactis       2 gram

Oleum anisi               1 tetes

2.      Kelengkapan Resep

Tanda tangan dokter tidak tertera

Nomor telepon dokter tidak tertera

Alamat pasien tidak tertera

3.      Penggolongan Obat

O :

G : Ammo. Bromid.

W :

B :

4.      Komposisi Bahan

Ammon. Bromid.           : 4540 mg

Elaeosacch. Anisi          : 4000 mg

Carmine                         : 250 mg

B.     Uraian Bahan

1.      Ammonii Bromidum (FI III, 87)

a.       Sinonim          : Amonium Bromida

b.      Khasiat           : Sedativum

c.       Pemerian        : Hablur atau serbuk hablur ; tidak berwarna sampai putih

                          kekuningan lemah ; tidak berbau ; higroskopik

d.      Kelarutan        : Larut dalam 1,3 bagian air dan dalam 12 bagian etanol

                          (95%) P

e.       Dosis              : DL sekali : -                          DM   sekali : 1 gram

                                 sehari : 60 mg/kg                      sehari : 3 gram 

2.      Oleum Anisi (FI III, 451)

a.       Sinonim          : Minyak Adasmanis

b.      Khasiat           : Zat tambahan

c.       Pemerian        : Cairan ; tidak berwarna atau warna kuning pucat ; bau

                          menyerupai buahnya ; rasa manis dan aromatik ;

                                                  menghablur jika di dinginkan

d.      Kelarutan        : Dalam etanol larut dalam 3 bagian volume etanol (95%)

                          P ; larutan menunjukkan opalesensi tidak lebih kuat dari

                          opalesensi yang terjadi jika 0,5 ml perak nitrat 0,1 N

                          ditambahkan pada campuran 0,5 ml natrium klorida 0,02

                          N dan 50 ml air

3.      Carmine (FI IV, 488)

a.       Sinonim               : Karmin

b.      Khasiat                : Bahan tambahan pewarna

c.       Pemerian             : Serbuk atau massa hablur, keras, merah tidak berbau

                              dan rasa sedikit manis, stabil di udara, tetapi tidak

                              mudah menyerap bau

d.      Kelarutan            : Mudah atau pelan-pelan larut dalam air, mudah larut

                              dalam air mendidih, sangat sukar larut dalam etanol,

                              tidak larut dalam kloroform dan eter

e.       Inkompatibilitas : Diendapkan oleh asam (Scoville’s, 497)

C.     Perhitungan Dosis

1.      Ammonii Bromidum

DL anak sehari       : 60 mg/kg x 22,68 = 1361 mg

               sekali       : 454 mg

DM sekali `            : 1 gram

        sehari              : 3 gram

DM anak   sekali     :  x DM dewasa

                                :  x 1 gram = 368 mg

                  sehari     :  x 3 gram = 1105 mg

Dosis dalam resep : sekali : 1 x 0,2 gram = 200 mg

                                  sehari : 2 x 0,2 gram = 400 mg

Kesimpulan            : Dosis subterapi

Rekomendasi          : Dosis dinaikkan sesuai DL

                     sekali : 1 x 454 mg = 454 mg

                     sehari : 2 x 454 mg = 908 mg

D.    Penimbangan

1.      Ammonii Bromidum     : 10 x 454 mg = 4540 mg

2.      Elaesacch. Anisi            : 10 x 0,4 gram = 4000 mg

Oleum Anisi                  : 2 tetes

Saccharum Lactis          : 4 gram

3.      Carmine                         : 25 mg

Pengenceran carmine (1:10)

Carmine                : 50 mg

Saccharum lactis : 450 mg +

                               500 mg

Pengenceran yang diambil :  x 500 mg = 250 mg

E.     Cara Kerja

1.      Disiapkan alat dan bahan yang diperlukan

2.      Ditimbang bahan sesuai penimbangan

3.      Panaskan mortir dengan cara dituangi dulu dengan air panas hingga dinding luar mortir terasa panas, setelah itu buang air panas tersebut, kemudian keringkan dengan serbet

4.      Masukkan amonium bromida kedalam mortir yang telah dipanaskan, gerus hingga halus, tambahkan sebagian laktosa, gerus hingga homogen

5.      Masukkan sisa laktosa, gerus hingga homogen, masukkan carmine, kemudian gerus hingga homogen. Lalu tambahkan oleum anisi, gerus lagi hingga homogen

6.      Keluarkan campuran, bagi menjadi 2 bagian di perkamen, kemudian bagi lagi keduanya menjadi masing-masing 5 bagian, bungkus dengan perkamen, kemas dalam plastik klip, dan beri etiket putih

F.      Penandaan

Laboratorium Farmasetika Dasar
Akademi Farmasi Samarinda
Apt : Akhmad Andy Sandra
No. 3                              17 September 2012
Rabiah
2 x sehari 1 bungkus
Pagi dan malam
Sebelum makan
TIDAK BOLEH DIULANG TANPA RESEP DOKTER

G.    Edukasi

1.      Obat ini berguna untuk sedativum

2.      Obat ini diberikan 2 x sehari 1 bungkus, pagi dan malam, sebelum makan

Bab IV Pembahasan

Resep 1

Pada resep ini akan dibuat sediaaan berupa serbuk terbagi (pulveres). Bahan-bahan yang terdapat pada resep ini adalah asam asetilsalisilat dan opii pulvis compositus. Pada praktikum kali ini praktikan membuat serbuk terbagi (pulveres). Resep ini menggunakan asam asetilsalisilat 0,3 gram dan serbuk dover 0,2 gram.

Bahan yang pertama digunakan adalah asam asetilsalisilat, bahan ini digerus terlebih dahulu. Berdasarkan resep, asam asetilsalisilat yang digunakan adalah 0,3 gram, dosis dalam resep ini adalah terapi. Asam asetilsalisilat berkhasiat sebagai antipiretikum (anti demam) dan analgetikum (anti nyeri). Merupakan obat anti nyeri tertua yang sampai sekarang digunakan diseluruh dunia. Zat ini pada dosis rendah sekali (80 mg) berdaya menghambat agregasitrombosit.

Bahan yang kedua adalah serbuk dover, tambahkan sedikit demi sedikit pada asam asetilsalisilat yang telah digerus hingga halus, kemudian gerus sampai homogen.  Dalam resep ini, digunakan serbuk dover 0,2 gram, dosis dalam resep adalah terapi. Obat ini berkhasiat sebagai antitusivum. Obat ini menekan rangsangan batuk dipusat batuk yang terletak di sum-sum lanjutan dan mungkin juga berkerja terhadap pusat syaraf di otak dengan efek menenangkan.

Setelah itu, bagi campuran menjadi 2 bagian, timbang sama rata, masing-masing bagian dibagi menjadi 5 bungkus. Kemudian kemas dalam plastik klip dan beri etiket putih. Obat ini berfungsi sebagai obat demam.

Resep 2

Pada pembuatan resep ini praktikan membuat sediaan berupa  Serbuk tidak terbagi(pulvis).Dalam resep ini digunakan serbuk tabur(pulvis  adsepersorius),yang mana sering digunakan sebagai bedak tabur.Dalam resep ini komposisi bahannya terdiri dari camphora,zinci Oxydum,amylum,acidum salicylicum,dan talcum ,dalam cara kerja resep ini dimana Zinci Oxydum harus diayak dengan pengayakan no.100 sedangkan talcum diayak dengan pengayakan no.120,dan penambahan etanol 95% pada campuran camphora,amylum,talcum,ZnO,dan acidum salicylicum.Pada komposisi bahan ini ditimbang sesuai dengan perhitungan penimbangan.Obat ini berkhasiat sebagai penghilang iritasi dan gatal-gatal,serbuk tabur ini dimasukan dalam pot atau wadah yang telah disediakan dan diberi etiket biru.

Resep 3

Pada resep ini praktikan membuat sediaanberupa serbuk terbagi (pulveres) yang mana komposisi bahannya terdiri dari Ammon Bromid, Elaeosacch Anisi, dan Carmine. Yang mana Elaeosacch Anisi ini terdiri dari saccharum lactis dan oleum  anisi. Dalam pembuatan resep ini ini harus ada pengenceran karmin karenauntuk mengetahui bahan bahan yang dicampur sudah homogeny atau belum.Lalu timbang bahan-bahan yang akan digunakan yaitu ammon bromid  3,26 gram dan saccharum lactis 4 gram serta pengenceran karmin 250 mg.Setelah masukkan bahan – bahan yang telah timbang dan digerus sampai halus dan homogen lalu ditetesi ol.anisi sebanyak 2 tetes,dan terakhir di masukkan ke kertas perkamen dan dimasukkan kedalam plastic klip lalu di beri etiket putih. Obat ini berkhasiat meredakan batuk disamping itu juga obat ini mempunyai efek samping yaitu dapat menyebabkan kantuk.

Bab V Penutup

A.    Kesimpulan

Resep 1

Resep 1 ini mengandung komposisi bahan yaitu acetosal.pulv.doveri yang kegunaan dan khasiatnya sebagai penghilang nyeri dan meredakan demam.Obat ini tergolong obat narkotik ,untuk itu perlu tinjauan  lebih  lanjut,karena  itu didalam resep harus ada alamat pasien.

Resep  2

Resep  2 ini mengandung komposisi bahan yaitu   camphora,zinci oxydum,amylum,acid.salyc,dan talcum . Obat ini untuk pemakaian luar yaitu pada kulit .Obat ini berkhasiat menghilangkan iritasi dan gatal-gatal pada kulit.



Resep 3

Praktikan tidak dapat membuat kesimpulan pada pembuatan resep ke-3 hal ini disebabkan karena waktu praktikum yang tersedia tidak cukup untuk pembuatan resep ke-3.

B.     Saran

Penimbangan harus dilakukan dengan teliti, karena akan berdampak pada dosis yang diberikan kepada pasien. Penggerusan juga harus dilakukan sampai sediaan tercampur homogen. Mortir, sendok tanduk, dan alat lain yang akan digunakan kembali harus terlebih dahulu dicuci dan dibersihkan dari sisa serbuk yang masih menempel.

Daftar Pustaka

Anief, Muhammad. 1987. Ilmu Meracik Obat. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta.

             . 1978. Formularium Nasional. Edisi II. Depkes RI : Jakarta.

Anonim. 1979. Farmakope Indonesia. Edisi III. Depkes  RI : Jakarta.

Raharja, Kirana. 2002. Obat-obat Penting. PT Elex Media Komputindo : Jakarta.

Informasi Spesialit Obat (ISO). Indonesia : ISFI.

1 komentar:

Yayu nurainy mengatakan...

ka, arti dari "O G W B" di penngolongan obat itu artinya apa ya ka? terimakasih ka

Posting Komentar